Ketagihan Video Porno

Written by Bobi on July 14, 2020 in Dewasa 18+ with no comments.

Melihat rekannya dipukul, petugas kafe yang lain langsung merangsek ke atas pamggung. Polisi yang datang kemudian menangkap dua pelaku rusuh, warga Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Lamongan. Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam Pasal 170 KUHP dengan hukuman maksimal lima tahun enam bulan penjara. Pre Frontal Cortex merupakan bagian otak manusia yang dapat membentuk kepribadian, dan perilaku sosial. Bagian otak itu hanya dimiliki oleh manusia, dan hal itu yang membuat manusia berbeda dengan binatang.

Ketika menonton konten video porno, mungkin bisa jadi salah satu cara untuk menyalurkan fantasi hawa nafsu seseorang, namun ternyata dampaknya bahaya lho apalagi buat anak-anak remaja. Video perkelahian di sebuah kafe di Lamongan, Jawa Timur, viral di media sosial. Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Yoan Septi Hendri, membenarkan peristiwa dalam video tersebut terjadi di wilayah hukum Lamongan. Yoan menjelaskan, perkelahian di kafe tersebut bermula saat petugas kafe melarang seserang bernyanyi karena suaranya sumbang. Lantaran terpengaruh miras, teguran tersebut malah membuat yang bersangkutan marah dan langsung memukul petugas kafe dan melempar kursi.

Ketika perasaan tidak nyaman kembali muncul maka secara otomatis tubuh akan mencari pertolongan untuk dapat meredakan perasaan tersebut melalui akses konten pornografi lagi. Secara tidak sadar, perilaku tersebut terus diulang pada situasi-situasi menekan lainnya. Menurut dokter dan psikolog, nonton film berbau pornografi memiliki dampak yang sama dengan narkoba.

Lihatlah anggota tubuh ini yang melakukan kemaksiatan, tidakkan Anda paham bahwa Allah mampu untuk mengambil nikmat ini, lalu Anda merasakan kepedihan atas kehilangannya. Lakukan kegiatan olahraga yang bisa membuat hati senang, jika memungkinkan dilakukan bersama teman-teman. Mulailah keluar untuk mencari aktivitas yang membuat Anda akan menjadi lebih sedikit waktu luang untuk sendiri. Hal ini lah yang memicu seseorang untuk melakukan perbuatan yang merugikan kesehatan otak. Namun, jika cara di atas tidak dapat digunakan untuk mengurangi kebiasaan tersebut masih ada hal-hal yang dapat dilakukan seperti terapi, memilih assist grup, dan meditasi.

Sulit sekali rasanya melihat sisi lain yang mungkin merupakan celah untuk keluar dari hal tersebut. Ketika kamu mengeluarkan perasaanmu baik secara lisan maupun tulisan, proses berpikir baru akan berjalan, kemudian perlahan mengarahkanmu pada penyelesaian masalah. Oleh karena itu, kamu tidak perlu takut ceritamu akan membebani orang lain, karena ketika kamu menemukan tempat yang nyaman untuk bercerita maka itu adalah jalan yang telah disediakan semesta untuk dirimu. Salah satu yang memperkuat seseorang mengakses konten pornografi adalah minimnya interaksi dengan orang lain.

Comments are closed.